
Berpose dengan Staf Ahli Kemendikdasmen Bidang Teknologi Pendidikan
Pada Rabu (12/2) lalu, Ikatan Mahasiswa Teknologi Pendidikan melakukan audiensi dengan membawa hasil kajian tentang “Urgensi Lulusan Teknologi Pendidikan pada Jenjang SD, SMP, dan SMA”. Kajian tersebut berisikan bagaimana kebutuhan lulusan teknologi pendidikan melalui keilmuan yang dimiliki mampu untuk mengembangkan sumber daya manusia yang ada pada institusi persekolahan. Selain itu, keilmuan teknologi pendidikan mampu sebagai menyambung ide kurikulum yang diterapkan oleh pemerintah pusat ke pada institusi sehingga implementasinya semakin baik (hasil kajian dapat dilihat pada lampiran). Hasil kajian tersebut menghasilkan beberapa hal pada audiensi, antara lainnya adalah :
- Pemahaman tentang keilmuan Teknologi Pendidikan (TP) diartikan oleh orang awam hanya sekedar software atau hardware, sejatinya Teknologi Pendidikan lebih sekedar itu. Teknologi Pendidikan tentang perencanaan, evaluasi, pengembangan, pengelolaan, merancang, serta bidang sejenis lainnya sehingga diperlukan sosialisasi yang lebih luas dan mendalam khususnya daerah luar Jawa sehingga penyebarannya bisa dilakukan secara masif dan luas.
- Pemanfaatan lulusan Teknologi Pendidikan khususnya pada persekolahan tidak bisa melalui jabatan fungsional, tetapi dapat dilakukan melalui bidang teknologi pendidikan yang disediakan pada persekolahan. Jabatan fungsional teknologi pendidikan paling maksimal hanya terdapat pada UPT sehingga peran tersebut harus dimaksimalkan sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan efektif. Selain itu, perencanaan tentang adanya bidang khusus teknologi pendidikan pada setiap sekolah memungkinkan perencanaan, implementasi kurikulum, dan kebijakan pemerintah dapat terlaksana dengan baik pada setiap sekolah.
- Peran bidang teknologi pendidikan pada setiap sekolah harus dimaksimalkan dengan guru yang berkompeten. Sehingga harus ada ruang sendiri seperti Pendidikan Profesi Guru (PPG) khusus teknologi pendidikan. PPG ini nantinya akan menghasilkan guru yang berkompeten untuk mengisi bidang TP pada jenjang sekolah sehingga perencanaan pembelajaran, pengembangan SDM, hingga pengimplementasian kurikulum dapat berjalan dengan baik.
Hasil audiensi ini perlu kita kawal bersama sehingga tidak menjadi sekedar wacana dan tulisan semata. Ke depannya keilmuan Teknologi Pendidikan memiliki peran dan posisi khusus yang memang diemban dan dikembangkan untuk membantu kemajuan pendidikan Indonesia.