Mendukung Visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, IMATEPSI Mengadakan Webinar Tentang Konsep Deep Learning Bersama Guru Seluruh Indonesia

Penjelasan Materi Oleh Ibu Fera Herawati, M.Si.

Pada hari Rabu (19/3) lalu, Ikatan Mahasiswa Teknologi Pendidikan Seluruh Indonesia (IMATEPSI) menggandeng Komunitas Belajar Pusat Informasi dan Belajar (Kombel Pijar) mengadakan sebuah webinar dengan mengundang pemateri dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Webinar kali ini membahas tentang konsep deep learning yang dicanangkan oleh pemerintah. Konsep ini ingin membawa pendidikan kita menjadi RAMAH yang dimulai melalui pembelajaran berkedasaran, bermakna, dan menyenangkan. Konsep deep learning menjadi salah satu cara pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mengujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua sesuai dengan visi yang dicanangkan pada periode ini. Pada webinar ini, Ibu Fera Herawati, M.Si. selaku PIC pengembangan inspirasi perencanaan pembelajaran jenjang SD – SMA Puskurjar Kemendikdasmen. Ibu Fera menjelaskan tentang implementasi konsep  deep learning pada jenjang persekolahan mulai dari perencanaan pembelajaran melalui pembuatan RPP, modul ajar, hingga penerapan pada setiap mata pelajaran yang berlangsung. Ibu Fera juga memaparkan beberapa hal mengenai konsep deep learning ini seperti 8 dimensi profil lulusan, bagaimana menciptakan pendidikan yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan, hingga perubahan kebijakan yang saat ini sedang digodok  oleh kementerian. Webinar kali ini diikuti oleh 350-an guru dari seluruh Indonesia dengan semangat dan dedikasi tinggi untuk membentuk pendidikan yang bermutu. Seluruh peserta memberikan insight positif terhadap pelaksanaan webinr dan berharap hal serupa akan berlangsung kembali. Para peserta juga memberikan apresiasi besar terhadap komitmen yang dilakukan oleh IMATEPSI. Webinar ini menjadi wujud komitmen besar IMATEPSI untuk memajukan pendidikan Indonesia. Tidak hanya menyediakan lulusan yang berkompeten, tetapi juga membantu melakukan diseminasi program pendidikan pemerintah yang dibawa oleh kementerian terkait. IMATEPSI sangat berharap menjadi bagian kecil dari kemajuan pendidikan yang dimulai dari kelompok terkecil masyarakat hingga mampu berdampak besar untuk pendidikan Indonesia.

Penjelasan lebih jauh dapat melihat siaran ulang webinar pada : Webinar Pendidikan Nasional 2025

Audiensi Bersama Staf Ahli Bidang Teknologi Pendidikan Kemendikdasmen, Usulkan Penguatan Peran Teknologi Pendidikan di Sekolah

Berpose dengan Staf Ahli Kemendikdasmen Bidang Teknologi Pendidikan

Pada Rabu (12/2) lalu, Ikatan Mahasiswa Teknologi Pendidikan melakukan audiensi dengan membawa hasil kajian tentang “Urgensi Lulusan Teknologi Pendidikan pada Jenjang SD, SMP, dan SMA”. Kajian tersebut berisikan bagaimana kebutuhan lulusan teknologi pendidikan melalui keilmuan yang dimiliki mampu untuk mengembangkan sumber daya manusia yang ada pada institusi persekolahan. Selain itu, keilmuan teknologi pendidikan mampu sebagai menyambung ide kurikulum yang diterapkan oleh pemerintah pusat ke pada institusi sehingga implementasinya semakin baik (hasil kajian dapat dilihat pada lampiran). Hasil kajian tersebut menghasilkan beberapa hal pada audiensi, antara lainnya adalah :

  1. Pemahaman tentang keilmuan Teknologi Pendidikan (TP) diartikan oleh orang awam hanya sekedar software atau hardware, sejatinya Teknologi Pendidikan lebih sekedar itu. Teknologi Pendidikan tentang perencanaan, evaluasi, pengembangan, pengelolaan, merancang, serta bidang sejenis lainnya sehingga diperlukan sosialisasi yang lebih luas dan mendalam khususnya daerah luar Jawa sehingga penyebarannya bisa dilakukan secara masif dan luas.
  2. Pemanfaatan lulusan Teknologi Pendidikan khususnya pada persekolahan tidak bisa melalui jabatan fungsional, tetapi dapat dilakukan melalui bidang teknologi pendidikan yang disediakan pada persekolahan. Jabatan fungsional teknologi pendidikan paling maksimal hanya terdapat pada UPT sehingga peran tersebut harus dimaksimalkan sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan efektif. Selain itu, perencanaan tentang adanya bidang khusus teknologi pendidikan pada setiap sekolah memungkinkan perencanaan, implementasi kurikulum, dan kebijakan pemerintah dapat terlaksana dengan baik pada setiap sekolah.
  3. Peran bidang teknologi pendidikan pada setiap sekolah harus dimaksimalkan dengan guru yang berkompeten. Sehingga harus ada ruang sendiri seperti Pendidikan Profesi Guru (PPG) khusus teknologi pendidikan. PPG ini nantinya akan menghasilkan guru yang berkompeten untuk mengisi bidang TP pada jenjang sekolah sehingga perencanaan pembelajaran, pengembangan SDM, hingga pengimplementasian kurikulum dapat berjalan dengan baik.

Hasil audiensi ini perlu kita kawal bersama sehingga tidak menjadi sekedar wacana dan tulisan semata. Ke depannya keilmuan Teknologi Pendidikan memiliki peran dan posisi khusus yang memang diemban dan dikembangkan untuk membantu kemajuan pendidikan Indonesia.

IMATEPSI Dorong Peningkatan Kompetensi Teknologi Pendidikan Melalui Program NETTS (National Educational Technology Talent Survey)

Pemaparan rencana kerja

Pemaparan rencana kerja program NETTS

Kompetensi mahasiswa teknologi pendidikan sering kali menjadi bahan pertanyaan berbagai pihak termasuk dari mahasiswa itu sendiri. Pertanyaan tentang teknologi pendidikan ini apa? teknologi pendidikan mengerjakan apa? teknologi pendidikan lulus menjadi apa? seperti benang yang tidak ada ujungnya. Pertanyaan tersebut diperparah dengan tidak jelasannya jenjang karier bagi mahasiswa teknologi pendidikan, terbatasnya informasi mengenai pengalaman praktisi, minimnya fasilitas di beberapa daerah atau kampus, pembahasan dan kurikulum yang kurang relevan seperti sebuah bola panas yang tidak kunjung padam sehingga memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk menyesuaikannya. Pengembangan kompetensi mahasiswa teknologi pendidikan yang lebih mengandalkan dari keterlibatan program pemerintah seperti MBKM, Studi Independen, atau program lainnya yang memberikan ruang bagi mahasiswa teknologi pendidikan untuk mengembangkan kompetensi yang dimiliki. Ruang pada perkuliahan dalam beberapa kesempatan hanya memberikan teori dan praktik tetapi kadang kala melupakan dalam pengembangan kompetensi yang harusnya menjadi sebuah hal utama yang dikembangkan sebagai bahan mereka dalam mempersiapkan tantangan dunia kerja.

Pengembangan kompetensi yang dilakukan kadang tidak memiliki fokus utama  atau bidang spesifikasi sehingga membuat mahasiswa bingung dengan bidang yang ingin ditekuni untuk menunjang persiapan tersebut. Kurangnya panduan secara eksplisit dan dukungan dari sistem pendidikan sendiri membuat pengembangan mahasiswa teknologi pendidikan sedikit terhambat. Dinamika tersebut menjadi sebuah hal yang bisa menggambarkan secara nyata bagaimana mahasiswa teknologi pendidikan masih buram tentang prospek masa depannya. Dari kebingungan dan bimbangnya mahasiswa teknologi pendidikan itulah, kami dari Ikatan Mahasiswa Teknologi Pendidikan Seluruh Indonesia (IMATEPSI) berkolaborasi dengan Edtech.id merancang sebuah program kerja yang bertujuan menjawab keraguan dan pertanyaan tersebut. Program yang dibangun adalah NETTS (National Educational Technology Telent Survey). Program ini bertujuan untuk mengumpulkan lalu memetakan peluang kerja dan persebaran profesi melalui pengalaman praktisi pada dunia industri. Melalui data – data tersebut, IMATEPSI memberikan fasilitas pengembangan kompetensi untuk mahasiswa dan praktisi pemula berupa workshop, pelatihan, seminar atau webinar, atau sejenisnya yang memiliki sasaran mahasiswa teknologi pendidikan seluruh Indonesia khususnya pada kampus yang memang membutuhkan hal tersebut. Melalui data tersebut juga, IMATEPSI mengharapkan menjadi awal hidupnya koneksi ekosistem teknologi pendidikan dalam berbagai jenjang karier. IMATEPSI juga sangat terbuka pada kampus yang ingin berkolaborasi untuk membantu menyukseskan program ini, sesuai dengan tagline yang IMATEPSI bawa pada periode ini yaitu, berkolaborasi dan berinovasi.

Saat ini, program NETTS sudah masuk pada minggu pertama perencanaan dengan mempersiapkan mekanisme pengelolaan data dan mekanisme jaringan relasi melalui himpunan teknologi pendidikan seluruh Indonesia. Program NETTS juga memiliki rencana melakukan talkshow pertama pada minggu pertama Desember bertempat di Universitas Veterangan Bangun Nusantara (UNIVET), Sukoharjo sebagai bagian dari komitmen IMATEPSI terhadap program ini. IMATEPSI juga mengajak seluruh himpunan untuk terlibat dan membantu menyukseskan program ini yang akan berdampak besar pada perkembangan ekosistem teknologi pendidikan nantinya.